Rehab Balai Desa Kuta Capai 65 %

Para pekerja masih melakukan pekerjaan finishing untuk kegiatan Rehab  Bangunan Balai Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang, Selasa, 25 Oktober 2016. Kegiatan yang dimulai bulan Juni 2016 tersebut  dan diperkirakan akan berakhir (65 %) pada  bulan Desember 2016.

Menurut Kepala Desa Kuta, Samsuri, Karena keterbatasan lahan, Pemerintah Desa Kuta mengambil keputusan untuk mengembangkan ruang Balai Desa Kuta menjadi dua lantai, yakni  Lantai 2 dengan luas 81 m2. Keputusan tersebut sudah  tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengangah Desa Kuta Tahun 2016-2021.  Pengembangan Balai Desa Kuta secara keseluruhan membutuhkan dan sebesar Rp. 535.000.000,- Pada tahun ini dialokasikan dana sebesar Rp. 210.000.000,- yang bersumber dari dana ADD (Alokasi Dana Desa) sebesar Rp. 110.000.000,- dan Bantuan Kabupaten sebesar Rp. 100.000.000,-.

Kepala Desa Kuta lebih jauh menjelaskan, “Karena keterbatasan dana yang ada kegiatan ini dilakukan secara bertahap, dimulai tahun 2014 dan diperkirakan selesai 100 % pada tahun 2017.  Lantai atas nantinya akan digunakan untuk ruang PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), BPD dan para Kadus (Kepala Dusun), sementara untuk pelayanan, ruang Kades tetap menempati lantai satu.”

Tradisi Ruwat Bumi di Desa Kuta

Masyarakat Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang menjalani tradisi dua tahunan yakni tradisi Ruwat Bumi yang digelar di Lapangan SDN 01 Kuta pada hari Selasa, 4 Oktober 2016.

Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat Desa Kuta, pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB dilaksanakan grebeg Syura yakni pawai yang diikuti semua organisasi kemasyarakat yang ada di Desa Kuta Kecamatan Bantarbolang. Para peserta mengiring nasi tumpeng yang dibuat dalam ukuran besar, serta gunungan hasil bumii yang ada di Desa Kuta. Pawai dimulai dari halaman Balai Desa Kuta, mengelilingi Dusun Suwuk dan berakhir di Lapangan SDN 01 Kuta.

Tradisi yang merupakan perwujudan rasya syukur kepada Sang Pencipta ini dilanjutkan dengan doa secara bersama-sama, begitu usai doa masyarakat lansung berebut nasi tumpengg dan gunungan buah-buahan. Pada malam harinya masyarakat dihibur dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan Dalang Gandik Ediasmoro dari Banyumas, dengan lakon Gatotkaca Mbangun Desa.

KPMD Pemalang Ikuti ITCAMP 2016

Sebanyak 211 KPMD (Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa) sekabupaten Pemalang mengikuti kegiatan ITCAMP 2016 di Bumi Perkemahan Sikucing Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang selama tiga hari (29-31 Juli 2016). Acara yang diselenggarakan oleh Relawan TIK Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan Pusat Pemberdayaan Informatika dan Desa (PUSPINDES) Kabupaten Pemalang selain diikuti oleh KPMD Pemalang kegiatan ini juga diikuti oleh masyarakat umum dari luar daerah.
Tujuan kegiatan ITCAMP 2016 adalah untuk memberikan pelatihan kepada KPMD dalam bidang IT. Kegiatan yang dikemas dengan cara camping ini diselenggakan selama tiga hari terdiri atas kegiatan Workshop dan Seminar.

Untuk memandu Workshop Panitia menghadirkan Ono W.Purbo, seorang tokoh dan pakar dibidang Teknologi Informasi dan Andri Johandri seorang Aktifis IT yang memperjuangkan desa dalam melek IT. Kedua narasumber tersebut memberikan materi tentang Radio Mobile Wireless dan Membuat Layanan Print Server dan Samba Share Di Jaringan Komputer Kantor Desa Dengan Linux. Sementara pada acara Seminar panitia menghadirkan pembicara:
1. Bupati Pemalang, H. Junaed, SH. MM,
2. Plt.Dirjen APTIKA Kemeninfo RI, Mariam Barata
3. Direktur Esekutif ICTWatch, Dony BU
4. Ketua Relawan TIK Indonesia, Indriyatno Banyumurti

“Pemerintah Kabupaten Pemalang telah memberikan dukungan sepenuhnya terhadap peningkatan pemberdayaan IT di wilayah kabupaten Pemalang terutama perdesaan dengan membentuk Pusat Pemberdayaan Informatika dan Desa (PUSPINDES) dan menyediakan gedungnya yang terletak di Jalan Gatot Subroto Pemalang” demikian penekanan Bupati Pemalang, H. Junaedi, SH, MM dalam pembukaaan Seminar.

Selama tiga hari peserta secara maraton mengikuti kegiatan workshop dan seminar. Sebelum mengikuti workshop dan seminar, pada pagi hari peserta diajak untuk melakukan senam pagi bersama. Lukman, seorang peserta ITCAMP2016 dari Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang mengeluhkan kesulitan dalam mencerna materi karena dalam workshop pemateri menggunakan OS Linux, sementara Lukman dan bahkan peserta lainnya lebih familiar dengan OS Windows. » Read more